Laman

Rabu, 30 Desember 2009

[MTSuperClub] Seminar Pemda Bali - Membangun Kualitas Hidup melalui Peningkatan Kelas Pribadi



Sahabat Indonesia yang super,
rekan-rekan Super Members yang terkasih.

Semoga foto-foto seminar kami bersama sahabat-sahabat baik kita di Pemda Bali ini, mendapati Anda sedang dalam kedamaian yang didasari oleh ketetapan untuk menjadikan diri Anda berperan penting di lingkungan Anda.

Pada hari Jumat, tanggal 7 Agustus, 2009 – Ibu Linna dan saya dimuliakan oleh undangan dari Bapak Made Mangku Pastika, Gubernur Bali – untuk bertemu dan berbincang bersama lebih dari 600 pejabat senior di Pemda Bali.

Seminar yang interaktif, esensial, dan fun ini meng-eksplor tata pikir, tata sikap, dan tata perilaku yang penting bagi kebutuhan publik Bali dan semua tamu dari manca negara yang dimuliakannya.

Yang kita hormati, Gubernur Bali - Bapak Made Mangku Pastika, bersama Ibu Ayu Patika, dan Ibu Linna Mario Teguh

Semua inisiatif perbaikan organisasi seyogianya berawal dari atas, tetapi keberhasilan dari pelaksanaan program perubahan apa pun harus berhasil MULAI dari tingkat-tingkat paling bawah di jenjang organisasi kita.

Memang pernyataan visi dan misi, nilai-nilai inti pelayanan organisasi, dan tuntunan perilaku yang mencerminkan keindahan dan keanggunan pelayanan suatu organisasi – dikonsepkan di atas;

tetapi,

semua dan setiap kadar kualitas pelayanan kita - diwakili oleh pribadi-pribadi terkecil di organisasi kita yang langsung berhadapan dengan pelanggan.

Sehingga sebetulnya,

Ketinggian dari kualitas pelayanan organisasi apa pun hanya sebaik perilaku pelayanan dari mereka yang paling rendah di organisasi kita.

Seminar berlangsung interaktif, fun, dan berfokus pada hal-hal yang mendasar dan yang esensial bagi peningkatan kualitas pelayanan kepada publik.

Tetapi, berapa banyakkah pemimpin yang mengenal konsep ini?

Karena, jika para pemimpin menghayati konsep yang hampir paradoxical ini, mereka akan lebih memperhatikan pelatihan, fasilitasi, dan kesejahteraan dari saudara-saudara kita yang paling berperan bagi penyampaian kualitas pelayanan yang prima.

Marilah kita selalu mengingat bahwa,
bawahan kita adalah pribadi-pribadi tulus yang mengerjakan banyak hal yang mewakili kebaikan para pemimpinnya.

Maka, marilah kita lebih berkasih sayang kepada bawahan kita.

Rekan-rekan pejabat teras dari Pemda Bali. Sebuah kebersamaan yang membahagiakan bersama lebih dari 600 pribadi super yang perannya penting bagi keindahan dan keanggunan Pulau Dewata, yang sering tampil sebagai Duta Bangsa dalam persahabatan budaya dunia.

Apakah jika kita tidak melarang, sebetulnya kita berlaku sama dengan mengijinkan?
Akan banyak orang yang mengatakan, tidak.

Sepintas memang ‘tidak melarang’ berbeda dengan ‘mengijinkan.’

Tetapi, perhatikanlah ini:

Jika kita tidak melarang orang membuang sampah di suatu tempat, lalu orang membuang sampah di tempat itu, apakah terjadi pembuangan sampah seperti kita telah mengijinkannya?
Ya.

Sehingga, seorang pemimpin yang tidak melarang perilaku yang tidak baik, telah sebetulnya menetapkan sama dengan mengijinkan dilakukannya hal-hal buruk.

Maka marilah kita sadari, bahwa tugas kita bukan untuk melarang sesuatu hanya setelah ia merugikan.

Tugas kita sebagai pemimpin adalah memajukan yang baik, dan mencegah terjadinya keburukan kepada sesama dan lingkungan.

Dan tugas seperti itu bukan untuk orang yang tidak jelas dan tidak tegas mengenai perannya sebagai pemimpin.

Tugas seperti itu adalah untuk kita, pribadi Pemda Bali dan pribadi Indonesia secara luas, yang telah meminta kepada Tuhan untuk memangku peran-peran penting bagi kebaikan kehidupan jiwa-jiwa Indonesia.
Kami berpamitan dengan perasaan 'semendal' - tertarik-tarik ke belakang, dari sebuah pertemuan yang indah bersama rekan-rekan pejabat Pemda Bali.

Tuhan memang tidak terbatas kemampuan dan kewenangan-Nya, sehingga jika Tuhan berkenan – Beliau akan menyampaikan rezeki LANGSUNG kepada kita – seperti - melalui ditemukannya uang dan permata di sela-sela bebatuan di jalanan.

Tetapi, karena kehidupan ini panjang dan keberhasilannya harus dapat dijelaskan dan diajarkan kepada jiwa-jiwa penerus keberhasilan kita, keberhasilan harus dicapai melalui jalan paling logis dalam kehidupan.

Dan jalan keberhasilan paling logis dalam kehidupan ini adalah silaturahim, hubungan yang baik antar sesama.

Kami diantar dengan penuh keramahan dan persaudaraan oleh Pak Pastika dan Ibu Ayu yang terhormat, dan beberapa pejabat teras Pemda Bali, untuk kembali ke hotel dan menemui rekan-rekan MT Super Crew yang datang menyusul kami, untuk berakhir minggu di Bali.

Dan yang ini penting, bahwa

Hampir semua kebaikan yang disampaikan oleh Tuhan kepada kita, disampaikan melalui orang lain.

Bahkan pembagian hasil kejahatan di antara penjahat – juga didasarkan atas hubungan baik antara saudara-saudara kita yang belum tercerahkan itu.

Lalu, apakah yang membuat orang-orang baik yang menyatakan diri mereka beriman itu, berlaku sok tidak membutuhkan orang lain?

Maka marilah kita menepatkan pikiran, sikap, dan perilaku kita dalam pergaulan yang jujur dan santun dengan orang lain.

Janganlah pernah melupakan ini, bahwa

Pergaulan baik adalah tempat dituangkannya rezeki.
…………..

Sahabat-sahabat saya yang baik hatinya,

Semoga cuplikan dari kesan-kesan baik dalam pertemuan kami dengan sahabat-sahabat baik kita di Pemda Bali di atas, dapat menyumbangkan beberapa pemikiran yang berguna bagi pengembangan karir dan kehidupan Anda bersama keluarga tercinta.

Sampai kita bertemu lagi di kesempatan super berikutnya.

Dan bagi rekan-rekan yang akan hadir di Grand Studio Metro TV hari Sabtu ini, kita bertemu in person nanti ya?

Terima kasih dan salam super,

Mario Teguh

Founder I MTSuperClub I 081-814-2080 I For The Happiness Of Others I Jakarta

12 Agustus 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar